
Homoseksualitas, Norma, dan Harapan Eskatologis
Percakapan tentang homoseksualitas dalam teologi Katolik memasuki fase baru ketika Fiducia Supplicans menegaskan bahwa berkat pastoral bagi pasangan sesama jenis dimungkinkan karena “those seeking a blessing should not be required to have prior moral perfection” (Dicastery for the Doctrine of the Faith, 2023, para. 25), sekaligus mempertahankan bahwa pernikahan adalah “the exclusive, stable, and indissoluble union between a man and a woman, naturally open to the generation of children” (Dicastery for the Doctrine of the Faith, 2023, para. 4). Formulasi ini berakar dalam Amoris Laetitia, di mana Paus Fransiskus menempatkan kehidupan moral dalam proses discernment yang berlangsung dalam kompleksitas konkret umat beriman (Francis, 2016, no. 3). Keterbukaan pastoral dan kejelasan doktrinal dengan demikian tampil sebagai dua dimensi yang bergerak dalam satu dinamika teologis yang sama.





